Jumat, 19 Juli 2013

In Memoriam . . .

Bunda.....
Terima kasih atas waktumu karena...
Engkau telah membesarkanku...
Dan kasih sayangmu nan tulus
semua pengorbanan dirimu tak kenal lelah
walau sampai dialtar Kabah Engkau berjuang
Demi seorang anak seperti aku...

Diusiaku menjelang 40 tahun ini...
Perkenankanlah aku memohon ampunanmu...
Karena aku tak bisa menjagamu
Tak bisa menemani kesendirianmu
belum bisa membahagiakanmu
dan aku mohon ampun karena
tak bisa menghantarkan bunda saat ...
hingga Bunda kembali kehadiratnya...


Innalillahi wa inna illaihi Rajiu'un..17 / 06 / 2013  02.15 Wib
IllaRuhi Suwarni Binti Marta Sengari lahaumul fate'ah....


Sabtu, 01 Juni 2013

Butir-butir pasir...


Kecipak gemercik beriak-riak ombak ditepi pantai Amal saat kaki-kakiku berlari kecil menikmati riuh manjanya suasana. Kupuaskan mata dengan menjajakan kemilau sang Surya Menggala, ku gantang kulit tubuhku diantara kehangatan, dan kucoba untuk tetap mengayunkan kaki-kaki kecilku untuk terus melaju menyusuri tepian pantai, Joging kujadikan pelampiasan untuk mengusir rasa tidak nyaman pada kedua otot belikat setelah beberapa hari ini datang mengusik kenyamananku.  


T u h a n...... kemana kan kau bawa takdir hidupku selanjutnya...
Diantara nikmat itu  begitu terasa saat kuhisap sedikit demi sedikit asap tembakau ini, sedangkan mengeluhkan tentang rasa sesal karena sebuah perbuatan itu nda pernah ada dalam benak relung hatiku, kecuali sang pranata pikir yang terus bergema, bersuara, bertanya-tanya dalam kepalaku.

Baru diberi sedikit sakit keluhannya udah membikin jagat dalam jiwa ini berguncang, seolah dunia akan runtuh oleh kebekuan otot belikat yang membelenggu kenyamanan gerak badanku sepertinya
sebentar lagi akan membeku menjadi patung lilin.


Jumat, 03 Mei 2013

Menapak Serambi Jingga.....


Ketika warna biru itu mulai memudar dihempas riuh ombak menuju ketengah lautan tertiup angin. Semburat kemilau keemasan menggantikan rona cahaya yang tadinya adalah semangat untuk bersuka ria.Sayup nan jauh terdengar suara komando untukku dan semua umat yang tengah berbahagia didunia ini agar sadar bahwa hari mulai senja. Maka cepatlah pulang dan jangan terus kau pelototi keindahan matahari yang hendak tidur berselimut gelombang samudra.
Setelah  mandi dan mensucikan raga ini kucoba untuk bersimpuh sambil berbisik Astagfirullah hal adzim 3x, sementara menunggu panggilan qamat dari kampung sebelah kucoba untuk meredam semua ingatan tentang hari-hariku tadi siang, agar saat aku mengangkat takbir kejadian2 tadi tak menggangguku dalam Sungkemku kepada-Nya.
Aku ingin mencoba untuk khusyu tanpa harus memicingkan mata, atau mengkerutkan alisku,jadi saat ku hisap nafasku dalam-dalam kembali aku berucap astagfirrullah hal adziiiiimmm....kucoba untuk kembali membaca ayat demi ayat dengan tartil agar semua kembali menjadi khusyu/khidmat/resap....ya allah terimalah sembah sujud hamba hari ini....
Add caption