Kamis, 20 Maret 2014

Hilang Arah...


Karena terus menggempur tebalnya dinding makrifatulah dengan peluru - peluru yang tak berarah . . . matakupun kabur, pandanganku terbias dari arah yang sudah aku fokuskan. Begitu terang sinarnya menyilaukan pertanyaan pertanyaan yang ada dalam otak-ku.

Maka , tenagaku pun hilang seketika, melumpuhkan semangat perjuanganku atau memang amunisiku telah menipis sehingga instingku mengehentikan niat untuk terus memberondong dinding tebal itu. Apakah isi didalam kotak pandora itu...?

Ya Robbi...pertebalkan dinding-dinding makrifatmu sehingga aku akan terus berjuang membongkarnya. Jangan biarkan orang lain membuka pintu tersebut sebelum aku berhasil membuka pintu Rahmat-mu. Kelak jika aku berhasil memasukinya engkau akan memberikan semua yang aku minta walau hanya setetes Engkau memberikannya.

Saat aku hilang arah,letih,bingung,bimbang,melawan keyakinanku Engkau tinggalkan aku bersama para malaikat kemudian menertawakanku dalam gundah...
Terimakasih ya Rabb, butiran pasir ini tetap terhampar di tepian pantai menunggu ombak memindahkannya...
Add caption

Aku pikir...
Jika semua umat-Nya di dunia ini mengumpulkan doa-doa kepadanya...
Maka kebahagiaan itu akan dinikmati oleh seluruh penghuni semesta alam ini...
Tapi jika seorang hanya berdoa untuk dirinya sendiri...
Maka Rahmat itu akan menjadi rebutan bagi umat sedunia...
Sesungguhnya kita semua di mata Tuhan adalah sama ...sebagai umatnya...sama kecilnya seperti butir - butir pasir di tepi pantai...


Selasa, 25 Februari 2014

Bahasa Kalbu....




.Mencari suara-suara dalam riuhnya ombak...
Gemercik bisikanya yg kita dengar dari telinga kita...
Disaat kita di tepian pantai bersama semilirnya angin...
Aku bisa merasakan ritme suara ombak & sejuknya angin itu
keduanya menyapu tubuhku dengan kelembutannya



Ketika kita menyimak alunan intrumen ...
Kitapun bisa menjadi larut dalam suasana iramanya...
kadang kaki ,kepala ,badan kita bergerak-gerak dgn sendirinya tanpa dikendalikan...
begitulah penciptaan diri kita membawa suasana hati kita kepada suatu keadaan...


Saat kita mendengar orang yg tengah membaca ayat-ayat suci Al'Quran dipagi/sore hari.
Jiwa kitapun tersentuh untuk mengatakan sesuatu / mencari tahu makna suara itu,

Ketika hati / jiwa / perasaan itu terpanggil atau merasakan & mendengar suara suara itu, begitulah bahasa kalbu itu sedang mempengaruhi kita.Dan bahasa itu tidak akan pernah kita dengar dan rasakan disaat kita berada di tengah sebuah kesibukan.Jadi hanya orang-orang yang bisa menciptakan ketenangan diri sajalah yang dapat segera merespon bahasa kalbu itu.Maka jangan sekali-kali  mabuk dalam kesibukan dunia, jagalah kesadaran anda dimanapun anda berada agar anda tidak dihipnotis oleh setan-setan yang akan menyesatkan. Mungkin setan-setan itu berbentuk keisengan dari teman-teman anda, atau bahkan mungkin dari orang yang tidak anda kenal hingga berujung kejahatan.

Bahasa kalbu itu , hanya bisa kita dengar dan kita sadari jika  suasana hati kita nyaman / tenang, jangan mudah dipengaruhi oleh suara-suara yang tidak sedang dalam rencana anda.Senantiasa ingat kepada Allah Swt, berusaha untuk jujur pada diri sendiri,tidak berbuat kesalahan dan menyakiti orang lain, dimanapun dan kapanpun, karena sewaktu-waktu bahasa kalbu itu memanggil anda.Karena bahasa kalbu bersifat mengingatkan kita untuk berbuat kebaikan.Suara itu bersemayam dalam diri anda berada direlung hati yang paling dalam.

Ketika Allah Swt memanggil si Fulan, bisakah si Fulan akan menolaknya? Ketika Fulan mendengarnya mungkin ia akan segera menoleh , menganggukan kepala ,lalu Fulan pun akan mendekat kepada-Nya.Itu kalau si Fulan mendengarnya. tetapi jika Allah memanggil si Fulan dengan bahasa Kalbu-Nya dan si Fulan tidak mendengarnya karena dia sedang sibuk / disibukan oleh kemegahan dunia.Tetaplah si Fulan akan mendapat resikonya.Contoh Bagaimana seorang anak di penggil oleh orang tuanya dan dia tidak menyahut. Mungkin resikonya ia akan kena jewer telinganya dan sakit.

Bahasa kalbu itu adalah bahasa Jiwa,bahasa relung Hati yang paling dalam, yang tersampaikan dengan lemah lembut namun membuat kita terpanggil untuk menjawab/memahami/menyadari dari apa yang sedang kita alami  sebelumnya.

Aku mendambakan suara kalbu untuk mengajari-ku sesuatu...
Aku merindukan belaian cahya terangmu untuk menyinari kegelapan dalam hatiku...
Turunkan malaikatmu ya Rabb...
Berikanlah setetes kesejukan dalam dahagaku akan petunjuk-Mu
Sehingga aku memperolah nikmat-Mu...


Minggu, 16 Februari 2014

Ya Allah...

Pengembaraan Alam pikiranku tak terfokus lagi...
Ya Allah aku yang merindu kehadiran-Mu dalam setiap tarikan napasku...
Ya Allah aku yang mendamba samudra ilmu yang kau hamparkan ke dunia ini...
Ya Allah aku yang mendambakan keridoan-Mu dalam ibadahku...
Apabila dalam hidupku kelak tak bisa mendapatkan semua petunjukmu sebagai jalan hidupku...
Cukupkah keyakinanku untuk menghadap kembali kepada-Mu...
Ya Allah jauhkan amarah dalam diriku jika itu penghalang dalam ibadahku...
Ya Allah jauhkanlah sifat iri jika itu menjadi lubang dalam kerinduanku kepada-Mu...
Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang...
Ya Allah Sayangilah Aku ya allah...
Aku ridho atas apa yang menjadi kehendak-Mu...
Ya Allah ....Allahu akbar...Allahu akbar...