Selasa, 25 Februari 2014

Bahasa Kalbu....




.Mencari suara-suara dalam riuhnya ombak...
Gemercik bisikanya yg kita dengar dari telinga kita...
Disaat kita di tepian pantai bersama semilirnya angin...
Aku bisa merasakan ritme suara ombak & sejuknya angin itu
keduanya menyapu tubuhku dengan kelembutannya



Ketika kita menyimak alunan intrumen ...
Kitapun bisa menjadi larut dalam suasana iramanya...
kadang kaki ,kepala ,badan kita bergerak-gerak dgn sendirinya tanpa dikendalikan...
begitulah penciptaan diri kita membawa suasana hati kita kepada suatu keadaan...


Saat kita mendengar orang yg tengah membaca ayat-ayat suci Al'Quran dipagi/sore hari.
Jiwa kitapun tersentuh untuk mengatakan sesuatu / mencari tahu makna suara itu,

Ketika hati / jiwa / perasaan itu terpanggil atau merasakan & mendengar suara suara itu, begitulah bahasa kalbu itu sedang mempengaruhi kita.Dan bahasa itu tidak akan pernah kita dengar dan rasakan disaat kita berada di tengah sebuah kesibukan.Jadi hanya orang-orang yang bisa menciptakan ketenangan diri sajalah yang dapat segera merespon bahasa kalbu itu.Maka jangan sekali-kali  mabuk dalam kesibukan dunia, jagalah kesadaran anda dimanapun anda berada agar anda tidak dihipnotis oleh setan-setan yang akan menyesatkan. Mungkin setan-setan itu berbentuk keisengan dari teman-teman anda, atau bahkan mungkin dari orang yang tidak anda kenal hingga berujung kejahatan.

Bahasa kalbu itu , hanya bisa kita dengar dan kita sadari jika  suasana hati kita nyaman / tenang, jangan mudah dipengaruhi oleh suara-suara yang tidak sedang dalam rencana anda.Senantiasa ingat kepada Allah Swt, berusaha untuk jujur pada diri sendiri,tidak berbuat kesalahan dan menyakiti orang lain, dimanapun dan kapanpun, karena sewaktu-waktu bahasa kalbu itu memanggil anda.Karena bahasa kalbu bersifat mengingatkan kita untuk berbuat kebaikan.Suara itu bersemayam dalam diri anda berada direlung hati yang paling dalam.

Ketika Allah Swt memanggil si Fulan, bisakah si Fulan akan menolaknya? Ketika Fulan mendengarnya mungkin ia akan segera menoleh , menganggukan kepala ,lalu Fulan pun akan mendekat kepada-Nya.Itu kalau si Fulan mendengarnya. tetapi jika Allah memanggil si Fulan dengan bahasa Kalbu-Nya dan si Fulan tidak mendengarnya karena dia sedang sibuk / disibukan oleh kemegahan dunia.Tetaplah si Fulan akan mendapat resikonya.Contoh Bagaimana seorang anak di penggil oleh orang tuanya dan dia tidak menyahut. Mungkin resikonya ia akan kena jewer telinganya dan sakit.

Bahasa kalbu itu adalah bahasa Jiwa,bahasa relung Hati yang paling dalam, yang tersampaikan dengan lemah lembut namun membuat kita terpanggil untuk menjawab/memahami/menyadari dari apa yang sedang kita alami  sebelumnya.

Aku mendambakan suara kalbu untuk mengajari-ku sesuatu...
Aku merindukan belaian cahya terangmu untuk menyinari kegelapan dalam hatiku...
Turunkan malaikatmu ya Rabb...
Berikanlah setetes kesejukan dalam dahagaku akan petunjuk-Mu
Sehingga aku memperolah nikmat-Mu...


Minggu, 16 Februari 2014

Ya Allah...

Pengembaraan Alam pikiranku tak terfokus lagi...
Ya Allah aku yang merindu kehadiran-Mu dalam setiap tarikan napasku...
Ya Allah aku yang mendamba samudra ilmu yang kau hamparkan ke dunia ini...
Ya Allah aku yang mendambakan keridoan-Mu dalam ibadahku...
Apabila dalam hidupku kelak tak bisa mendapatkan semua petunjukmu sebagai jalan hidupku...
Cukupkah keyakinanku untuk menghadap kembali kepada-Mu...
Ya Allah jauhkan amarah dalam diriku jika itu penghalang dalam ibadahku...
Ya Allah jauhkanlah sifat iri jika itu menjadi lubang dalam kerinduanku kepada-Mu...
Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang...
Ya Allah Sayangilah Aku ya allah...
Aku ridho atas apa yang menjadi kehendak-Mu...
Ya Allah ....Allahu akbar...Allahu akbar...


Senin, 30 September 2013

Nak, saatnya engkau berpacu dengan hari-harimu ...
hari hari dimana kau melukiskan sesuatu tentang hidup-mu, arahkan pensilmu dengan gemulai jemarimu agar lukisan takdir hidupmu kian nyata untuk engkau lihat, sebab semakin kau jauh berjalan menapaki kehidupanmu, kau tak bisa kembali kepada masala lumu sehingga engkau harus terus berlari menuju hari esok yang kita tidak tahu akan terisi dengan apa  kanvas putih itu akan tergambar.
Hiasilah nuansa hidupmu dengan apa yang engkau suka, dan sisihkan yang jelek dari pandangan orang-orang yang membencinya.
Saat kau pulaskan rona-rona warna hidupmu tetaplah berpedoman bahwa realigi / iman itu tetap kau junjung, karena dialah pedoman untuk menuju jalan kebaikan. Agar engkau tidak lupa bahwa segala sesuatu itu pasti ada aturannya. Bukan berarti kebebasan itu tak ada yang menilai, karena kita tetap harus waspada bahwa segala sesuatu itu pasti ada baik dan buruknya, ada yang suka dan ada yang benci. Jadi cobalah engkau untuk bersosialisasi dengan keadaan sekelilingmu, karena merekalah kompas petunjuk yang akan memberikan kamu pilihan kemana langkah / goresan pinsilmu itu akan bergerak.
Nak... masih terlalu panjang jalan hidupmu, dan harus banyak bekal kesabaran untuk melaluinya, jika pahit hidup itu sudah dapat kau rasa, itu adalah awal untuk bangkit mencari manis gula-gula itu. Dan tidaklah mudah untuk mendapatkan rasa masin itu tanpa perjuanganmu untuk mengalahkan semut-semut yang sama-sama suka rasa manis madunya dunia.
Jangan engkau merasa lelah Nak...
Berjalan dan teruslah berjalan hingga jauh menembus ujungnya dunia dari sudut  yang tak bertepi. Suatu  saat engkau akan sampai pada sebuah pelabuhan, pada sebuah tempat persinggahan yang teduh, yang banyak keramaian, yang banyak makanan, pada saat itupun engkau tak boleh terlena dan tertidur melainkan tetaplah terjaga agar engkau tidak terjebak pada sebuah belenggu kemerdekaan-mu yang bisa membuatmu beku.