Sabtu, 01 Juni 2013

Butir-butir pasir...


Kecipak gemercik beriak-riak ombak ditepi pantai Amal saat kaki-kakiku berlari kecil menikmati riuh manjanya suasana. Kupuaskan mata dengan menjajakan kemilau sang Surya Menggala, ku gantang kulit tubuhku diantara kehangatan, dan kucoba untuk tetap mengayunkan kaki-kaki kecilku untuk terus melaju menyusuri tepian pantai, Joging kujadikan pelampiasan untuk mengusir rasa tidak nyaman pada kedua otot belikat setelah beberapa hari ini datang mengusik kenyamananku.  


T u h a n...... kemana kan kau bawa takdir hidupku selanjutnya...
Diantara nikmat itu  begitu terasa saat kuhisap sedikit demi sedikit asap tembakau ini, sedangkan mengeluhkan tentang rasa sesal karena sebuah perbuatan itu nda pernah ada dalam benak relung hatiku, kecuali sang pranata pikir yang terus bergema, bersuara, bertanya-tanya dalam kepalaku.

Baru diberi sedikit sakit keluhannya udah membikin jagat dalam jiwa ini berguncang, seolah dunia akan runtuh oleh kebekuan otot belikat yang membelenggu kenyamanan gerak badanku sepertinya
sebentar lagi akan membeku menjadi patung lilin.