Jumat, 23 Agustus 2013

Di Mata Sang Kodok


ilustrasi

Diantara yang tujuh permasalahan dalam diri manusia maka, sebenarnya kita semua wajib ber-istigfar, bahwasanya allah tidak sekalipun tidak mengkabulkan apa yang menjadi doa-doa kita. Sebenarnya Tuhan telah mengkabulkan semua doa dan harapan kita, jika kamu percaya dan mengimani-Nya.
Tahukah kamu semua , bahwa kamu semua telah dikabulkan doa-doamu,kamu diberi hidup sehat,dikarunia akal sehat,dan kelengkapan fisik yang membuat kamu bisa hidup normal. Tetapi kamu memang serakah  sehingga kamu terus berdoa dan terus meminta semua apa yang ada di dunia ini, yang belum pernah kamu nikmati dan kamu ingin tahu dan ingin memilikinya, sehingga kamu menjadi bingung karena semua doa-doa kamu dikabulkan. Mungking bingung untuk memakai, memilih yang mana yang akan kamu nikmati wujud dari doa itu. Bingung kenapa doa-doamu dikabulkan, semua kebingungan itu tanpa kamu sadari...! dan kamu terus berdoa, dan doa-doa kamu semakin banyak. Kemudian kamu telah termanjakan oleh doa-doa kamu sendiri, sehingga kamu bernikmat-nikmat mengenyam  madu manis bahagianya surga dunia.

Tetapi ketika kamu semua merasa doa kamu tidak segera terwujud maka :
Kamu akan menjadi murka, sehingga kamu merasa menjadi orang yang dianak tirikan, dibeda-bedakan,dikucilkan dan sebagainya. Kemudian kamu lupa bahwa sekarang kamu hidup adalah karena doa orang tua kamu, doa nenek moyang kamu,dan semua kerabatmu. Jadi sebaiknya kamu tak berhak untuk marah kepada sang pencipta ini. Karena kamu takan bisa melawan kekuasaan-Nya, dan akan sangat berdosa jika kamu marah, tidak terima atas segala yang telah engkau terima, termasuk siksa dunia dan akhirat yang diberikan oleh-Nya kepadamu.

Ketika engkau berusaha untuk membersihkan dirimu di tujuh sumur, karena engkau merasa kotor setelah melintasi tujuh gunung, tujuh lembah dan ngarai, kemudian engkau akan berenang menyeberangi tujuh samudra sekalipun, kemudian engkau berusaha menembus pertahanan di ketujuh benteng dalam diri, kemudia engkau berusaha untuk keluar dari gelapnya tujuh rimba, apakah kemudian engkau bisa merasakan terbang menembus ke tujuh Langit ?

Jangan engkau kendarai nafsumu yang tinggi menjulang bak ketujuh gunung itu, karena jerih payahmu itu akan menjadi sia-sia. Dulu engkau pernah berdoa disaat kau tidak mempunya apa-apa, dulu engkau pernah berdoa ketika hidupmu susah, dulu pernah engkau memohon ampun dan bertaubat kemudian allah mengangkat sedikit kehidupan kamu, disuapnya kesakitanmu dengan setetes madu agar engkau sehat. Tetapi ketika telah diberikan kesehatan engkaupun kembali berlari dan tak sabar untuk mendapatkan semua nikmat hidup ini sehingga engkau menjadi sangat kencang berlari berusaha menjadi Juara pelari sedunia, sehingga pelan pelan engkau tinggalkan malaikatnya,tak kau pedulikan lagi bagaimana rasanya ketika engkau menjadi raja hina dimasa lalu.