Jumat, 03 Mei 2013

Menapak Serambi Jingga.....


Ketika warna biru itu mulai memudar dihempas riuh ombak menuju ketengah lautan tertiup angin. Semburat kemilau keemasan menggantikan rona cahaya yang tadinya adalah semangat untuk bersuka ria.Sayup nan jauh terdengar suara komando untukku dan semua umat yang tengah berbahagia didunia ini agar sadar bahwa hari mulai senja. Maka cepatlah pulang dan jangan terus kau pelototi keindahan matahari yang hendak tidur berselimut gelombang samudra.
Setelah  mandi dan mensucikan raga ini kucoba untuk bersimpuh sambil berbisik Astagfirullah hal adzim 3x, sementara menunggu panggilan qamat dari kampung sebelah kucoba untuk meredam semua ingatan tentang hari-hariku tadi siang, agar saat aku mengangkat takbir kejadian2 tadi tak menggangguku dalam Sungkemku kepada-Nya.
Aku ingin mencoba untuk khusyu tanpa harus memicingkan mata, atau mengkerutkan alisku,jadi saat ku hisap nafasku dalam-dalam kembali aku berucap astagfirrullah hal adziiiiimmm....kucoba untuk kembali membaca ayat demi ayat dengan tartil agar semua kembali menjadi khusyu/khidmat/resap....ya allah terimalah sembah sujud hamba hari ini....
Add caption

Jumat, 26 April 2013

Panca Roba.....

Masa transisi, masa peralihan, ternyata bukan hanya terjadi dari masa kanak-kanak menuju masa remaja, akan tetapi masa panca roba itu akan kembali menghampiri diri hamba disaat usia menuju setengah abad usia kita... kapan dan bagaimana rasanya itu...
Tentu hanya diri pribadilah yang bisa mengamati akan datangnya masa tersebut, pun itu jika kita sadar dan memperhatikan suasana diri tersebut. Karena kebanyakan orang terlalu sibuk sehingga tak menyadari sesuatu itu dengan pelan pelan terjadi membelah dan meng-reinkarnasikan kehidupan kita.
T u h a n...... kemana kan kau bawa takdir hidupku selanjutnya...
Diantara nikmat itu  begitu terasa saat kuhisap sedikit demi sedikit asap tembakau ini, sedangkan mengeluhkan tentang rasa sesal karena sebuah perbuatan itu nda pernah ada dalam benak relung hatiku, kecuali sang pranata pikir yang terus bergema, bersuara, bertanya-tanya dalam kepalaku. 
Baru diberi sedikit sakit keluhannya udah membikin jagat dalam jiwa ini berguncang, seolah dunia akan runtuh oleh kebekuan otot belikat yang membelenggu kenyamanan gerak badanku sepertinya
sebentar lagi akan membeku menjadi patung lilin.

Kecipak gemercik beriak-riak ombak ditepi pantai Amal saat kaki-kakiku berlari kecil menikmati riuh manjanya suasana . Kupuaskan mata dengan menjajakan kemilau sang Surya Menggala, ku gantang kulit tubuhku diantara kehangatan,dan kucoba untuk tetap mengayunkan kaki-kaki kecilku untuk terus melaju menyusuri tepian pantai, Joging kujadikan pelampiasan untuk mengusir rasa tidak nyaman pada kedua otot belikat setelah beberapa hari ini datang mengusik kenyamananku.