Tuhan...!
Ketika aku bertanya dimana kau berada ? engkau hanya diam tak memberikan isyarat dimana keberadaan-Mu jadi mungkin sebenarnya engkau telah berada di hadapanku, dibelakangku, disampingku, disekelilingku tetapi tetap ingin tahu keberadaan-Mu...?
Kemudian aku bertanya balik kepada kepada diriku untuk apa aku harus tahu dimana keberadaan-Mu, aku semakin bingung dengan diriku. Memangnya jika aku sudah berada dihadapan-Nya aku mau apa? Apakah aku mau minta harta yang banyak? supaya aku bisa memperkaya semua yang menjadi keinginanku, apakah aku akan meminta supaya aku diberi umur panjang? berapa tahun lamanya aku ingin hidup? supaya aku bisa menjadi seorang yang sakti sehingga aku bisa menaklukan semua musuhku? kemudian aku menjadi Raja di Raja? tapi aku merasa hidup tak punya musuh?, apakah aku ingin meminta surga yang sangat luas? sebahagia apa? apa aku harus meminta supaya aku tidak masuk ke neraka sehingga aku tidak dapat tersiksa ,terbakar, hancur lebur, dan tidak merasa kesakitan? mungkinkah dengan amal dan perbuatan yang telah terlanjur aku lakukan di dunia ini?
Jadi akupun menoleh kekanan dan kekiri rasanya tak ada seorangpun selain aku saat ini, tetapi bagaimana jika banyak orang berpikir seperti aku sekarang ini, kemudian mereka mempunyai tujuan masing-masing atas jawaban seperti apa yang kutanyakan dalam diriku. Mungkin dunia ini akan segera penuh oleh sesaknya keinginan setiap mahluknya apalagi jika Tuhan mengkabulkan permintaan setiap umatnya.Kiamat dech ga ada tempat untuk berjalan.
Jadi aku coba berpikir dengan mencoba melibatkan perasaanku.
Bukankah rasa sakit,rasa sedih, rasa senang dan bahagia hanya dimiliki oleh orang-orang yang tengah berada di alam dunia ini...? Coba kau bayangkan orang yang sudah meninggal / jasad yang sudah mati terkafani, dalam peti mati. Adakah mereka mengaduh kesakitan dan bersuara? atau dia tertawa bergembira dan bersuara? kupikir matinya jasad kita adalah akhir dari hidup kita di dunia ini tetapi kurasa matinya jasad kita adalah terbukanya pintu keluar bagi rasa kita untuk menuju kepada sebuah kehidupan yang selanjutnya. Mungkin kepada kehidupan yang abadi katanya.
Yah ternyata aku harus sadar dengan keberadaan di sekelilingku sekarang...prinsipnya kita harus rela, dan ridho kepada Allah Tuhan yang Maha Esa jika kita sedang sedikit diberikan rahmat kebahagiaan dalam kehidupan. Kita harus tabah jika kita sedang mengalami cobaan,kesedihan anggap sebagai ujian dalam kehidupan agar kita dapat meningkatkan taraf hidup selanjutnya.
Terimakasih tuhan ternyata disaat kesedihanku di dunia ini aku tak seorang diri tetapi masih banyak umat-Mu yang tengah menempuh ujian untuk mendapatkan martabat yang lebih tinggi di hadapan-Mu. Juga seandainay aku sedang berbahagia akupun tak seorang diri yang tengah berbahagia di dunia ini sehingga aku tak perlu memamerkan kekayaanku ataupun bersaing kepada mereka karena aku menemukan keyakinan bahwa di mata Tuhan kita semua ternyata adalah sama sebagai umatnya
Jadi tidak usahlah kita mencari tahu dimana keberadaan Tuhan tetapi kita cukup yakin Tuhan itu ada dalam keseharian kita dan Dia sangatlah dekat dengan kita maka tidak perlu kita menyumpah kepada keadaan disaat kita sedang dihadirkan atas segala cobaanya. Juga kita tak perlu Ria dan sombong disaat kita sedang diberikan kelebihan rejeki, dan jauhkanlah diri dari niat jahat dalam diri kita sebab Tuhan senantiasa beserta kita.selalu mengawasi setiap gerak langkah kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komen...!