Masa transisi, masa peralihan, ternyata bukan hanya terjadi dari
masa kanak-kanak menuju masa remaja, akan tetapi masa panca roba itu
akan kembali menghampiri diri hamba disaat usia menuju setengah abad
usia kita... kapan dan bagaimana rasanya itu...
Tentu hanya
diri pribadilah yang bisa mengamati akan datangnya masa tersebut, pun
itu jika kita sadar dan memperhatikan suasana diri tersebut. Karena
kebanyakan orang terlalu sibuk sehingga tak menyadari sesuatu itu dengan
pelan pelan terjadi membelah dan meng-reinkarnasikan kehidupan kita.
T u h a n...... kemana kan kau bawa takdir hidupku selanjutnya...
Diantara
nikmat itu begitu terasa saat kuhisap sedikit demi sedikit asap
tembakau ini, sedangkan mengeluhkan tentang rasa sesal karena sebuah
perbuatan itu nda pernah ada dalam benak relung hatiku, kecuali sang
pranata pikir yang terus bergema, bersuara, bertanya-tanya dalam
kepalaku.
Baru diberi sedikit sakit keluhannya udah
membikin jagat dalam jiwa ini berguncang, seolah dunia akan runtuh oleh
kebekuan otot belikat yang membelenggu kenyamanan gerak badanku
sepertinya
sebentar lagi akan membeku menjadi patung lilin.
Kecipak gemercik beriak-riak ombak ditepi pantai Amal saat
kaki-kakiku berlari kecil menikmati riuh manjanya suasana . Kupuaskan
mata dengan menjajakan kemilau sang Surya Menggala, ku gantang kulit
tubuhku diantara kehangatan,dan kucoba untuk tetap mengayunkan kaki-kaki
kecilku untuk terus melaju menyusuri tepian pantai, Joging kujadikan
pelampiasan untuk mengusir rasa tidak nyaman pada kedua otot belikat
setelah beberapa hari ini datang mengusik kenyamananku.