.Mencari suara-suara dalam riuhnya ombak...
Disaat kita di tepian pantai bersama semilirnya angin...
Aku bisa merasakan ritme suara ombak & sejuknya angin itu
keduanya menyapu tubuhku dengan kelembutannya
Ketika kita menyimak alunan intrumen ...
Kitapun bisa menjadi larut dalam suasana iramanya...
kadang kaki ,kepala ,badan kita bergerak-gerak dgn sendirinya tanpa dikendalikan...
begitulah penciptaan diri kita membawa suasana hati kita kepada suatu keadaan...
Saat kita mendengar orang yg tengah membaca ayat-ayat suci Al'Quran dipagi/sore hari.
Jiwa kitapun tersentuh untuk mengatakan sesuatu / mencari tahu makna suara itu,
Ketika hati / jiwa / perasaan itu terpanggil atau merasakan & mendengar suara suara itu, begitulah bahasa kalbu itu sedang mempengaruhi kita.Dan bahasa itu tidak akan pernah kita dengar dan rasakan disaat kita berada di tengah sebuah kesibukan.Jadi hanya orang-orang yang bisa menciptakan ketenangan diri sajalah yang dapat segera merespon bahasa kalbu itu.Maka jangan sekali-kali mabuk dalam kesibukan dunia, jagalah kesadaran anda dimanapun anda berada agar anda tidak dihipnotis oleh setan-setan yang akan menyesatkan. Mungkin setan-setan itu berbentuk keisengan dari teman-teman anda, atau bahkan mungkin dari orang yang tidak anda kenal hingga berujung kejahatan.
Bahasa kalbu itu , hanya bisa kita dengar dan kita sadari jika suasana hati kita nyaman / tenang, jangan mudah dipengaruhi oleh suara-suara yang tidak sedang dalam rencana anda.Senantiasa ingat kepada Allah Swt, berusaha untuk jujur pada diri sendiri,tidak berbuat kesalahan dan menyakiti orang lain, dimanapun dan kapanpun, karena sewaktu-waktu bahasa kalbu itu memanggil anda.Karena bahasa kalbu bersifat mengingatkan kita untuk berbuat kebaikan.Suara itu bersemayam dalam diri anda berada direlung hati yang paling dalam.
Ketika Allah Swt memanggil si Fulan, bisakah si Fulan akan menolaknya? Ketika Fulan mendengarnya mungkin ia akan segera menoleh , menganggukan kepala ,lalu Fulan pun akan mendekat kepada-Nya.Itu kalau si Fulan mendengarnya. tetapi jika Allah memanggil si Fulan dengan bahasa Kalbu-Nya dan si Fulan tidak mendengarnya karena dia sedang sibuk / disibukan oleh kemegahan dunia.Tetaplah si Fulan akan mendapat resikonya.Contoh Bagaimana seorang anak di penggil oleh orang tuanya dan dia tidak menyahut. Mungkin resikonya ia akan kena jewer telinganya dan sakit.
Bahasa kalbu itu adalah bahasa Jiwa,bahasa relung Hati yang paling dalam, yang tersampaikan dengan lemah lembut namun membuat kita terpanggil untuk menjawab/memahami/menyadari dari apa yang sedang kita alami sebelumnya.
Aku mendambakan suara kalbu untuk mengajari-ku sesuatu...
Aku merindukan belaian cahya terangmu untuk menyinari kegelapan dalam hatiku...
Turunkan malaikatmu ya Rabb...
Berikanlah setetes kesejukan dalam dahagaku akan petunjuk-Mu
Sehingga aku memperolah nikmat-Mu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komen...!