Karena terus menggempur tebalnya dinding makrifatulah dengan peluru - peluru yang tak berarah . . . matakupun kabur, pandanganku terbias dari arah yang sudah aku fokuskan. Begitu terang sinarnya menyilaukan pertanyaan pertanyaan yang ada dalam otak-ku.
Maka , tenagaku pun hilang seketika, melumpuhkan semangat perjuanganku atau memang amunisiku telah menipis sehingga instingku mengehentikan niat untuk terus memberondong dinding tebal itu. Apakah isi didalam kotak pandora itu...?
Ya Robbi...pertebalkan dinding-dinding makrifatmu sehingga aku akan terus berjuang membongkarnya. Jangan biarkan orang lain membuka pintu tersebut sebelum aku berhasil membuka pintu Rahmat-mu. Kelak jika aku berhasil memasukinya engkau akan memberikan semua yang aku minta walau hanya setetes Engkau memberikannya.
Saat aku hilang arah,letih,bingung,bimbang,melawan keyakinanku Engkau tinggalkan aku bersama para malaikat kemudian menertawakanku dalam gundah...
Terimakasih ya Rabb, butiran pasir ini tetap terhampar di tepian pantai menunggu ombak memindahkannya...
![]() |
| Add caption |
Aku pikir...
Jika semua umat-Nya di dunia ini mengumpulkan doa-doa kepadanya...
Maka kebahagiaan itu akan dinikmati oleh seluruh penghuni semesta alam ini...
Tapi jika seorang hanya berdoa untuk dirinya sendiri...
Maka Rahmat itu akan menjadi rebutan bagi umat sedunia...
Sesungguhnya kita semua di mata Tuhan adalah sama ...sebagai umatnya...sama kecilnya seperti butir - butir pasir di tepi pantai...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Komen...!