Jumat, 26 Desember 2014

Dialogku dengan-Nya..(1)

Tuhan...!
Ketika aku bertanya dimana kau berada ? engkau hanya diam tak memberikan isyarat dimana keberadaan-Mu jadi mungkin sebenarnya engkau telah berada di hadapanku, dibelakangku, disampingku, disekelilingku tetapi tetap ingin tahu keberadaan-Mu...?

Kemudian aku bertanya balik kepada kepada diriku untuk apa aku harus tahu dimana keberadaan-Mu, aku semakin bingung dengan diriku. Memangnya jika aku sudah berada dihadapan-Nya aku mau apa? Apakah aku mau minta harta yang banyak? supaya aku bisa memperkaya semua yang menjadi keinginanku, apakah aku akan meminta supaya aku diberi umur panjang? berapa tahun lamanya aku ingin hidup? supaya aku bisa menjadi seorang yang sakti sehingga aku bisa menaklukan semua musuhku? kemudian aku menjadi Raja di Raja? tapi aku merasa hidup tak punya musuh?, apakah aku ingin meminta surga yang sangat luas? sebahagia apa? apa aku harus meminta supaya aku tidak masuk ke neraka sehingga aku tidak dapat tersiksa ,terbakar, hancur lebur, dan tidak merasa kesakitan? mungkinkah dengan amal dan perbuatan yang telah terlanjur aku lakukan di dunia ini?

Jadi akupun menoleh kekanan dan kekiri rasanya tak ada seorangpun selain aku saat ini, tetapi bagaimana jika banyak orang berpikir seperti aku sekarang ini, kemudian mereka mempunyai tujuan masing-masing atas jawaban seperti apa yang kutanyakan dalam diriku. Mungkin dunia ini akan segera penuh oleh sesaknya keinginan setiap mahluknya apalagi jika Tuhan mengkabulkan permintaan setiap umatnya.Kiamat dech ga ada tempat untuk berjalan.

Jadi aku coba berpikir dengan mencoba melibatkan perasaanku.
Bukankah rasa sakit,rasa sedih, rasa senang dan bahagia hanya dimiliki oleh orang-orang yang tengah berada di alam dunia ini...? Coba kau bayangkan orang yang sudah meninggal / jasad yang sudah mati terkafani, dalam peti mati. Adakah mereka mengaduh kesakitan dan bersuara? atau dia tertawa bergembira dan bersuara? kupikir matinya jasad kita adalah akhir dari hidup kita di dunia ini tetapi kurasa matinya jasad kita adalah terbukanya pintu keluar bagi rasa kita untuk menuju kepada sebuah kehidupan yang selanjutnya. Mungkin kepada kehidupan yang abadi katanya.

Yah ternyata aku harus sadar dengan keberadaan di sekelilingku sekarang...prinsipnya kita harus rela, dan ridho kepada Allah Tuhan yang Maha Esa jika kita sedang sedikit diberikan rahmat kebahagiaan dalam kehidupan. Kita harus tabah jika kita sedang mengalami cobaan,kesedihan anggap sebagai ujian dalam kehidupan agar kita dapat meningkatkan taraf hidup selanjutnya.

Terimakasih tuhan ternyata disaat kesedihanku di dunia ini aku tak seorang diri tetapi masih banyak umat-Mu yang tengah menempuh ujian untuk mendapatkan martabat yang lebih tinggi di hadapan-Mu. Juga seandainay aku sedang berbahagia akupun tak seorang diri yang tengah berbahagia di dunia ini sehingga aku tak perlu memamerkan kekayaanku ataupun bersaing kepada mereka karena aku menemukan keyakinan bahwa di mata Tuhan kita semua ternyata adalah sama sebagai umatnya

Jadi tidak usahlah kita mencari tahu dimana keberadaan Tuhan tetapi kita cukup yakin Tuhan itu ada dalam keseharian kita dan Dia sangatlah dekat dengan kita maka tidak perlu kita menyumpah kepada keadaan disaat kita sedang dihadirkan atas segala cobaanya. Juga kita tak perlu Ria dan sombong disaat kita sedang diberikan kelebihan rejeki, dan jauhkanlah diri dari niat jahat dalam diri kita sebab Tuhan senantiasa beserta kita.selalu mengawasi setiap gerak langkah kita.

Rabu, 03 Desember 2014

KEKASIH HATIKU...

Buah Cintaku ...
Buah cintaku telah berusia 11 tahun berjalan. Manis, mungil, cantik dan lucu,
kelucuannya membuat mataku nanar memandangnya...
Walau seharian dan seandainya tak ada kesibukan lain selain menimangnya,
Mungkin waktuku tak akan kubagi dengan rutinas kerja atau kegiatan yang lain...
Ungkapan khayalanku realita rutinitas. . .

Kan kuberikan kasih dan sayangku dengan segenap jiwaku...
kan mendekapnya saat malam. dengan kehangatan tubuhku ini.
Aku tak mau orang lain memanjakannya selain diriku . .
Sebuah Lukisan / sketsa sebuah lukisan, . . akan terbentuk karena gerak pikir dan Rasa...
Maka  goresan tangan  bergerak menjadi satu refleksi ungkapan Jiwa. . .
Add caption

 6 12 2014 Happy Birthday to My Wife

Kamis, 20 Maret 2014

Hilang Arah...


Karena terus menggempur tebalnya dinding makrifatulah dengan peluru - peluru yang tak berarah . . . matakupun kabur, pandanganku terbias dari arah yang sudah aku fokuskan. Begitu terang sinarnya menyilaukan pertanyaan pertanyaan yang ada dalam otak-ku.

Maka , tenagaku pun hilang seketika, melumpuhkan semangat perjuanganku atau memang amunisiku telah menipis sehingga instingku mengehentikan niat untuk terus memberondong dinding tebal itu. Apakah isi didalam kotak pandora itu...?

Ya Robbi...pertebalkan dinding-dinding makrifatmu sehingga aku akan terus berjuang membongkarnya. Jangan biarkan orang lain membuka pintu tersebut sebelum aku berhasil membuka pintu Rahmat-mu. Kelak jika aku berhasil memasukinya engkau akan memberikan semua yang aku minta walau hanya setetes Engkau memberikannya.

Saat aku hilang arah,letih,bingung,bimbang,melawan keyakinanku Engkau tinggalkan aku bersama para malaikat kemudian menertawakanku dalam gundah...
Terimakasih ya Rabb, butiran pasir ini tetap terhampar di tepian pantai menunggu ombak memindahkannya...
Add caption

Aku pikir...
Jika semua umat-Nya di dunia ini mengumpulkan doa-doa kepadanya...
Maka kebahagiaan itu akan dinikmati oleh seluruh penghuni semesta alam ini...
Tapi jika seorang hanya berdoa untuk dirinya sendiri...
Maka Rahmat itu akan menjadi rebutan bagi umat sedunia...
Sesungguhnya kita semua di mata Tuhan adalah sama ...sebagai umatnya...sama kecilnya seperti butir - butir pasir di tepi pantai...


Selasa, 25 Februari 2014

Bahasa Kalbu....




.Mencari suara-suara dalam riuhnya ombak...
Gemercik bisikanya yg kita dengar dari telinga kita...
Disaat kita di tepian pantai bersama semilirnya angin...
Aku bisa merasakan ritme suara ombak & sejuknya angin itu
keduanya menyapu tubuhku dengan kelembutannya



Ketika kita menyimak alunan intrumen ...
Kitapun bisa menjadi larut dalam suasana iramanya...
kadang kaki ,kepala ,badan kita bergerak-gerak dgn sendirinya tanpa dikendalikan...
begitulah penciptaan diri kita membawa suasana hati kita kepada suatu keadaan...


Saat kita mendengar orang yg tengah membaca ayat-ayat suci Al'Quran dipagi/sore hari.
Jiwa kitapun tersentuh untuk mengatakan sesuatu / mencari tahu makna suara itu,

Ketika hati / jiwa / perasaan itu terpanggil atau merasakan & mendengar suara suara itu, begitulah bahasa kalbu itu sedang mempengaruhi kita.Dan bahasa itu tidak akan pernah kita dengar dan rasakan disaat kita berada di tengah sebuah kesibukan.Jadi hanya orang-orang yang bisa menciptakan ketenangan diri sajalah yang dapat segera merespon bahasa kalbu itu.Maka jangan sekali-kali  mabuk dalam kesibukan dunia, jagalah kesadaran anda dimanapun anda berada agar anda tidak dihipnotis oleh setan-setan yang akan menyesatkan. Mungkin setan-setan itu berbentuk keisengan dari teman-teman anda, atau bahkan mungkin dari orang yang tidak anda kenal hingga berujung kejahatan.

Bahasa kalbu itu , hanya bisa kita dengar dan kita sadari jika  suasana hati kita nyaman / tenang, jangan mudah dipengaruhi oleh suara-suara yang tidak sedang dalam rencana anda.Senantiasa ingat kepada Allah Swt, berusaha untuk jujur pada diri sendiri,tidak berbuat kesalahan dan menyakiti orang lain, dimanapun dan kapanpun, karena sewaktu-waktu bahasa kalbu itu memanggil anda.Karena bahasa kalbu bersifat mengingatkan kita untuk berbuat kebaikan.Suara itu bersemayam dalam diri anda berada direlung hati yang paling dalam.

Ketika Allah Swt memanggil si Fulan, bisakah si Fulan akan menolaknya? Ketika Fulan mendengarnya mungkin ia akan segera menoleh , menganggukan kepala ,lalu Fulan pun akan mendekat kepada-Nya.Itu kalau si Fulan mendengarnya. tetapi jika Allah memanggil si Fulan dengan bahasa Kalbu-Nya dan si Fulan tidak mendengarnya karena dia sedang sibuk / disibukan oleh kemegahan dunia.Tetaplah si Fulan akan mendapat resikonya.Contoh Bagaimana seorang anak di penggil oleh orang tuanya dan dia tidak menyahut. Mungkin resikonya ia akan kena jewer telinganya dan sakit.

Bahasa kalbu itu adalah bahasa Jiwa,bahasa relung Hati yang paling dalam, yang tersampaikan dengan lemah lembut namun membuat kita terpanggil untuk menjawab/memahami/menyadari dari apa yang sedang kita alami  sebelumnya.

Aku mendambakan suara kalbu untuk mengajari-ku sesuatu...
Aku merindukan belaian cahya terangmu untuk menyinari kegelapan dalam hatiku...
Turunkan malaikatmu ya Rabb...
Berikanlah setetes kesejukan dalam dahagaku akan petunjuk-Mu
Sehingga aku memperolah nikmat-Mu...


Minggu, 16 Februari 2014

Ya Allah...

Pengembaraan Alam pikiranku tak terfokus lagi...
Ya Allah aku yang merindu kehadiran-Mu dalam setiap tarikan napasku...
Ya Allah aku yang mendamba samudra ilmu yang kau hamparkan ke dunia ini...
Ya Allah aku yang mendambakan keridoan-Mu dalam ibadahku...
Apabila dalam hidupku kelak tak bisa mendapatkan semua petunjukmu sebagai jalan hidupku...
Cukupkah keyakinanku untuk menghadap kembali kepada-Mu...
Ya Allah jauhkan amarah dalam diriku jika itu penghalang dalam ibadahku...
Ya Allah jauhkanlah sifat iri jika itu menjadi lubang dalam kerinduanku kepada-Mu...
Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang...
Ya Allah Sayangilah Aku ya allah...
Aku ridho atas apa yang menjadi kehendak-Mu...
Ya Allah ....Allahu akbar...Allahu akbar...


Senin, 30 September 2013

Nak, saatnya engkau berpacu dengan hari-harimu ...
hari hari dimana kau melukiskan sesuatu tentang hidup-mu, arahkan pensilmu dengan gemulai jemarimu agar lukisan takdir hidupmu kian nyata untuk engkau lihat, sebab semakin kau jauh berjalan menapaki kehidupanmu, kau tak bisa kembali kepada masala lumu sehingga engkau harus terus berlari menuju hari esok yang kita tidak tahu akan terisi dengan apa  kanvas putih itu akan tergambar.
Hiasilah nuansa hidupmu dengan apa yang engkau suka, dan sisihkan yang jelek dari pandangan orang-orang yang membencinya.
Saat kau pulaskan rona-rona warna hidupmu tetaplah berpedoman bahwa realigi / iman itu tetap kau junjung, karena dialah pedoman untuk menuju jalan kebaikan. Agar engkau tidak lupa bahwa segala sesuatu itu pasti ada aturannya. Bukan berarti kebebasan itu tak ada yang menilai, karena kita tetap harus waspada bahwa segala sesuatu itu pasti ada baik dan buruknya, ada yang suka dan ada yang benci. Jadi cobalah engkau untuk bersosialisasi dengan keadaan sekelilingmu, karena merekalah kompas petunjuk yang akan memberikan kamu pilihan kemana langkah / goresan pinsilmu itu akan bergerak.
Nak... masih terlalu panjang jalan hidupmu, dan harus banyak bekal kesabaran untuk melaluinya, jika pahit hidup itu sudah dapat kau rasa, itu adalah awal untuk bangkit mencari manis gula-gula itu. Dan tidaklah mudah untuk mendapatkan rasa masin itu tanpa perjuanganmu untuk mengalahkan semut-semut yang sama-sama suka rasa manis madunya dunia.
Jangan engkau merasa lelah Nak...
Berjalan dan teruslah berjalan hingga jauh menembus ujungnya dunia dari sudut  yang tak bertepi. Suatu  saat engkau akan sampai pada sebuah pelabuhan, pada sebuah tempat persinggahan yang teduh, yang banyak keramaian, yang banyak makanan, pada saat itupun engkau tak boleh terlena dan tertidur melainkan tetaplah terjaga agar engkau tidak terjebak pada sebuah belenggu kemerdekaan-mu yang bisa membuatmu beku.

Jumat, 23 Agustus 2013

Di Mata Sang Kodok


ilustrasi

Diantara yang tujuh permasalahan dalam diri manusia maka, sebenarnya kita semua wajib ber-istigfar, bahwasanya allah tidak sekalipun tidak mengkabulkan apa yang menjadi doa-doa kita. Sebenarnya Tuhan telah mengkabulkan semua doa dan harapan kita, jika kamu percaya dan mengimani-Nya.
Tahukah kamu semua , bahwa kamu semua telah dikabulkan doa-doamu,kamu diberi hidup sehat,dikarunia akal sehat,dan kelengkapan fisik yang membuat kamu bisa hidup normal. Tetapi kamu memang serakah  sehingga kamu terus berdoa dan terus meminta semua apa yang ada di dunia ini, yang belum pernah kamu nikmati dan kamu ingin tahu dan ingin memilikinya, sehingga kamu menjadi bingung karena semua doa-doa kamu dikabulkan. Mungking bingung untuk memakai, memilih yang mana yang akan kamu nikmati wujud dari doa itu. Bingung kenapa doa-doamu dikabulkan, semua kebingungan itu tanpa kamu sadari...! dan kamu terus berdoa, dan doa-doa kamu semakin banyak. Kemudian kamu telah termanjakan oleh doa-doa kamu sendiri, sehingga kamu bernikmat-nikmat mengenyam  madu manis bahagianya surga dunia.

Tetapi ketika kamu semua merasa doa kamu tidak segera terwujud maka :
Kamu akan menjadi murka, sehingga kamu merasa menjadi orang yang dianak tirikan, dibeda-bedakan,dikucilkan dan sebagainya. Kemudian kamu lupa bahwa sekarang kamu hidup adalah karena doa orang tua kamu, doa nenek moyang kamu,dan semua kerabatmu. Jadi sebaiknya kamu tak berhak untuk marah kepada sang pencipta ini. Karena kamu takan bisa melawan kekuasaan-Nya, dan akan sangat berdosa jika kamu marah, tidak terima atas segala yang telah engkau terima, termasuk siksa dunia dan akhirat yang diberikan oleh-Nya kepadamu.

Ketika engkau berusaha untuk membersihkan dirimu di tujuh sumur, karena engkau merasa kotor setelah melintasi tujuh gunung, tujuh lembah dan ngarai, kemudian engkau akan berenang menyeberangi tujuh samudra sekalipun, kemudian engkau berusaha menembus pertahanan di ketujuh benteng dalam diri, kemudia engkau berusaha untuk keluar dari gelapnya tujuh rimba, apakah kemudian engkau bisa merasakan terbang menembus ke tujuh Langit ?

Jangan engkau kendarai nafsumu yang tinggi menjulang bak ketujuh gunung itu, karena jerih payahmu itu akan menjadi sia-sia. Dulu engkau pernah berdoa disaat kau tidak mempunya apa-apa, dulu engkau pernah berdoa ketika hidupmu susah, dulu pernah engkau memohon ampun dan bertaubat kemudian allah mengangkat sedikit kehidupan kamu, disuapnya kesakitanmu dengan setetes madu agar engkau sehat. Tetapi ketika telah diberikan kesehatan engkaupun kembali berlari dan tak sabar untuk mendapatkan semua nikmat hidup ini sehingga engkau menjadi sangat kencang berlari berusaha menjadi Juara pelari sedunia, sehingga pelan pelan engkau tinggalkan malaikatnya,tak kau pedulikan lagi bagaimana rasanya ketika engkau menjadi raja hina dimasa lalu.

Sabtu, 20 Juli 2013

Jenang Gula, Kowe Ojo Lali...

Jenang Gula adalah dodol yang terbuat dari beras ketan yang dipadu dengan larutan gula merah , sungguh betapa manis dan lezat rasa kesederhanaan itu. Ber-Asal dari  beras ketan  beserta dengan gula merah saja, sebuag paduan dari dua bahan alamiah tanpa bahan pengawet buatan. adapun kandungan makna Rasa dari cuplikan lagu jawa tersebut adalah bermakna agar kita diingatkan
  
Kiranya manusia tak akan bersalah bila memiliki kemampuan mengintip apa rencana tuhan ?
Kalau memang tuhan tak menghendaki rencananya diintip/diketahui mahluk, pastilah tuhan akan “mengunci dan menutup rapat” mata setiap manusia, agar supaya rencanaNya tetap menjadi X File yang untouchable oleh kesadaran manusia setinggi apapun juga.
 Logikanya, jika suatu kejadian futuristik dapat diketahui oleh manusia yang mau mengolah dan menajamkan batin, tentu bukanlah merupakan  suatu larangan bagi tuhan. Dengan kata lain, tuhan membiarkan manusia mau peduli untuk mengetahui atau cuek-cuek saja akan apa yang terjadi di masa mendatang.
 Apa untungnya ? Tentu saja bagi orang yang sempat mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang (kejadian futuristik) dapat mempersiapkan diri menentukan langkah antisipatif, mengevaluasi dan mengoreksi diri pribadi beserta lingkungan sosialnya.
 
Sukma Sejati Sebagai Dasar Kawaskitan ?
Waskita, atau cermat dan awas dalam penglihatan batin. Memiliki ketepatan dan akurasi tinggi dalam membaca hahasa alam. Semua kemampuan itu tidaklah semata berdasarkan kemampuan ragawi, kemampuan otak. Kita semua mungkin sepakat memahami agama, keyakinan berikut kegaiban tak perlu adanya dominasi otak, nalar, logika, atau apalah sebutannya. Tetapi kita lupa bahwa instrumen otak yang telah mampu mensinkronkan diri dengan kesadaran sukma akan dapat menerima berbagai peristiwa gaib sebagai sesuatu yang sangat masuk akal. Jika masih dianggap mengada-ada tak masuk akal, hal itu dikarenakan otak belum mampu menerima kesadaran sukmawi.

Demikian sebaliknya, jika memahami suatu keyakinan hanya berdasarkan “katanye”, jarene, tentu saja masih akan dicerna dan dikelola oleh otak kiri secara dominan. Akibatnya terjadi stagnansi dalam kesadaran spiritualnya, bahkan yang paling parah adalah tidak sadar jika diri kita sedang tidak sadar. Karenanya, dogma yang hanya dipahami secara mentah-mentah, teksbook, harfiah tanpa adanya upaya pemahaman secara kontekstual, esensial, dan hakekat, ia cenderung membelenggu kesadaran kita. Kesadaran kita bagaikan terperangkap masuk ke dalam “kapsul” kesadaran semu. Alias kesadaran di dalam “goa”, kesadaran yang masih di dalam “tempurung”.

Ada orang yang tahu kapan raganya akan mati. Bukan berarti ia harus seorang yang sakti mandraguna. Tidak. Ia masih manusia yang biasa dan wajar-wajar saja, hanya menyadari jika menjalani hidup ini perlu membawa-bawa  “kembang kanthil” kemanapun ia pergi. Kanthil sebagai gambaran untuk seseorang yang dalam kehidupan sehari-harinya selalu menerapkan pepatah,”ngelmu iku kalakone Kanthi Laku (kanthil), lekase kalawan kas, kas iku tegese nyantosani”. Senantiasa membuat sentausa (keselarasan, keseimbangan dan harmonisasi) kepada seluruh mahluk dan lingkungan alam. Dengan begitu, “kabel” penghubung antara sukma sejati dengan ragasejati akan turn on. Terjadi sinkronisasi antara tata-batin dengan tata-lahir. Tak berhenti di sini, kita masih harus mengimplementasikan apa yang diketahui sang rasa-sejati ke dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga menjadikan pribadi yang mampu nuruti kareping rahsa. Maka diri kita akan mudah merasakan, mengalami, suatu noumena spiritual yang melampaui dimensi ruang dan waktu, serta mampu memanfaatkan kejernihan mata batin dalam mengupas berbagai persoalan dan peristiwa di dalam wilayah mikrokosmos dan makrokosmos.

Pada masa lampau banyak orang sakti karena mau memahami suatu ajaran kebaikan  melalui sisi kesadaran hakekatnya. Sebaliknya generasi zaman sekarang cukup puas pada kesadaran otentik, harfiah, kulit, walau berakibat dinamika kesadarannya menjadi mandeg pada kesadaran ragawi. Yaah…cari amannya saja. Seperti prinsip yang diterapkan oleh pelaku bisnis yang gagal. Daripada tersandung, lebih baik “berpenghasilan” minim sekali, dan sesekali menjadi pengemis dari pada berani berspekulasi menjelajah ke dimensi spiritual, walau buahnya bisa berupa “penghasilan” berlimpah.

Bye Sabda langit Blog-Thank's

Jumat, 19 Juli 2013

Ujar Para Madina...

Endi ingaran sembah sejati
Aja nembah yen tan katingalan
Temahe kasor kulane
Yen sira nora weruh
Kang sinembah ing dunya iki
Kadi anulup kaga
Punglune den sawur
Manuke mangsa kenaa
Awekasa amangeran adam sarpin
Sembahe siya-siya

In Memoriam . . .

Bunda.....
Terima kasih atas waktumu karena...
Engkau telah membesarkanku...
Dan kasih sayangmu nan tulus
semua pengorbanan dirimu tak kenal lelah
walau sampai dialtar Kabah Engkau berjuang
Demi seorang anak seperti aku...

Diusiaku menjelang 40 tahun ini...
Perkenankanlah aku memohon ampunanmu...
Karena aku tak bisa menjagamu
Tak bisa menemani kesendirianmu
belum bisa membahagiakanmu
dan aku mohon ampun karena
tak bisa menghantarkan bunda saat ...
hingga Bunda kembali kehadiratnya...


Innalillahi wa inna illaihi Rajiu'un..17 / 06 / 2013  02.15 Wib
IllaRuhi Suwarni Binti Marta Sengari lahaumul fate'ah....


Sabtu, 01 Juni 2013

Butir-butir pasir...


Kecipak gemercik beriak-riak ombak ditepi pantai Amal saat kaki-kakiku berlari kecil menikmati riuh manjanya suasana. Kupuaskan mata dengan menjajakan kemilau sang Surya Menggala, ku gantang kulit tubuhku diantara kehangatan, dan kucoba untuk tetap mengayunkan kaki-kaki kecilku untuk terus melaju menyusuri tepian pantai, Joging kujadikan pelampiasan untuk mengusir rasa tidak nyaman pada kedua otot belikat setelah beberapa hari ini datang mengusik kenyamananku.  


T u h a n...... kemana kan kau bawa takdir hidupku selanjutnya...
Diantara nikmat itu  begitu terasa saat kuhisap sedikit demi sedikit asap tembakau ini, sedangkan mengeluhkan tentang rasa sesal karena sebuah perbuatan itu nda pernah ada dalam benak relung hatiku, kecuali sang pranata pikir yang terus bergema, bersuara, bertanya-tanya dalam kepalaku.

Baru diberi sedikit sakit keluhannya udah membikin jagat dalam jiwa ini berguncang, seolah dunia akan runtuh oleh kebekuan otot belikat yang membelenggu kenyamanan gerak badanku sepertinya
sebentar lagi akan membeku menjadi patung lilin.


Jumat, 03 Mei 2013

Menapak Serambi Jingga.....


Ketika warna biru itu mulai memudar dihempas riuh ombak menuju ketengah lautan tertiup angin. Semburat kemilau keemasan menggantikan rona cahaya yang tadinya adalah semangat untuk bersuka ria.Sayup nan jauh terdengar suara komando untukku dan semua umat yang tengah berbahagia didunia ini agar sadar bahwa hari mulai senja. Maka cepatlah pulang dan jangan terus kau pelototi keindahan matahari yang hendak tidur berselimut gelombang samudra.
Setelah  mandi dan mensucikan raga ini kucoba untuk bersimpuh sambil berbisik Astagfirullah hal adzim 3x, sementara menunggu panggilan qamat dari kampung sebelah kucoba untuk meredam semua ingatan tentang hari-hariku tadi siang, agar saat aku mengangkat takbir kejadian2 tadi tak menggangguku dalam Sungkemku kepada-Nya.
Aku ingin mencoba untuk khusyu tanpa harus memicingkan mata, atau mengkerutkan alisku,jadi saat ku hisap nafasku dalam-dalam kembali aku berucap astagfirrullah hal adziiiiimmm....kucoba untuk kembali membaca ayat demi ayat dengan tartil agar semua kembali menjadi khusyu/khidmat/resap....ya allah terimalah sembah sujud hamba hari ini....
Add caption

Jumat, 26 April 2013

Panca Roba.....

Masa transisi, masa peralihan, ternyata bukan hanya terjadi dari masa kanak-kanak menuju masa remaja, akan tetapi masa panca roba itu akan kembali menghampiri diri hamba disaat usia menuju setengah abad usia kita... kapan dan bagaimana rasanya itu...
Tentu hanya diri pribadilah yang bisa mengamati akan datangnya masa tersebut, pun itu jika kita sadar dan memperhatikan suasana diri tersebut. Karena kebanyakan orang terlalu sibuk sehingga tak menyadari sesuatu itu dengan pelan pelan terjadi membelah dan meng-reinkarnasikan kehidupan kita.
T u h a n...... kemana kan kau bawa takdir hidupku selanjutnya...
Diantara nikmat itu  begitu terasa saat kuhisap sedikit demi sedikit asap tembakau ini, sedangkan mengeluhkan tentang rasa sesal karena sebuah perbuatan itu nda pernah ada dalam benak relung hatiku, kecuali sang pranata pikir yang terus bergema, bersuara, bertanya-tanya dalam kepalaku. 
Baru diberi sedikit sakit keluhannya udah membikin jagat dalam jiwa ini berguncang, seolah dunia akan runtuh oleh kebekuan otot belikat yang membelenggu kenyamanan gerak badanku sepertinya
sebentar lagi akan membeku menjadi patung lilin.

Kecipak gemercik beriak-riak ombak ditepi pantai Amal saat kaki-kakiku berlari kecil menikmati riuh manjanya suasana . Kupuaskan mata dengan menjajakan kemilau sang Surya Menggala, ku gantang kulit tubuhku diantara kehangatan,dan kucoba untuk tetap mengayunkan kaki-kaki kecilku untuk terus melaju menyusuri tepian pantai, Joging kujadikan pelampiasan untuk mengusir rasa tidak nyaman pada kedua otot belikat setelah beberapa hari ini datang mengusik kenyamananku. 

Minggu, 21 April 2013

Rumah Kahyangan Rumah Kayalan...

 
Kemana Langkahku  pergi  slalu ada bayangmu
Kuyakin makna nuraini
Kau takan pernah terganti

Saat  lautan kau sebrangi  janganlah ragu bersauh
Kupercaya hati  kecilku
Kau takkan berpaling

Walau ke ujung  dunia pasti akan kunanti
Meski  ke tujuh samudra pasti kukan menunggu
Karena aku yakin kau hanya untuku

Kemana Langkahku Pergi
Slalu ada bayangmu
Kuyakin makna nuraini kau takan pernah terganti

Pandanglah bintang berpijar
Kau tak pernah bersembunyi
Dimana engkau berada di sana Cintaku

Walau ke ujung  dunia pasti akan kunanti
Meski  ke tujuh samudra pasti kukan menunggu
Karena aku yakin kau hanya untuku....


Rabu, 25 April 2012

Dunia Fatamorgana


Dunia fatamorgana...
Menyusuri media informasi dari balik layar kaca, banyak goresan/catatan kejadian fenomenal terjadi di atas negeri ini...
Dari mulai kejadian Terorisme....Politik....Korupsi....Ras....
Kenapa begitu Fenomenal...karena kejadiannya begitu cepat didengar, dan skalanya membikin heboh dunia, dan kelanjutan beritanya begitu saja hilang bagai tertiup angin.
Oh... Indonesiaku...carut marut negeri ini, tapi inilah negeriku, tempatku berpijak,tanah tumpah darahku.
Etika, Sopan Santun,Tepo Sliro, telah terkikis oleh budaya REFORMASI yang kebablasan, dimana setelah diberikan satu kebebasan orang cenderung minta 2 kali kebebasan...diberi satu bantuan maunya dilebihkan,  jadi rasa Syukur itu kemana...? Rasa cukup itu sudah terkalahkan karena orang ingin lebih.
Apakah belum saatnya negeri ini diberikan sebuah Kelebihan ya Robb...
Jika hanya Jasad ini terus yang kita berikan kekayaan harta / makanan, maka Jiwa ini tak akan bisa menikmati sedikit ke-Damaian, karena tenggelam ke dalam lautan /tersesat kedalam rimba. Akankah kita terus berlari dan bekerja keras untuk kepentingan sendiri tanpa peduli kepada orang lain.
Tuhan memberikan luasnya Lautan kepada kita semua,Tuhan memberikan lebatnya Hutan kepada kita semua,Tuhan memberikan segala isi Dunia ini kepada kita untuk kita manfaatkan,sekaligus menjaga keseimbangannya. Jadi mungkin kita sebagai umatnya harus cerdas bahwa kita ini dipersilahkan untuk memanfaatkan semua yang ada di dunia ini sekaligus untuk menjaga keseimbangan habitat semuanya agar kehidupan ini bisa menjadi kekal sampai kepada seribu keturunan kita kelak.
Kenapa kita kadang lupa kepada masa lalu kita sebagai orang yang terjajah....
Kita pernah dijajah oleh berbagai bangsa di dunia ini,begitu sakit,terbelenggu,begitu bodoh...dan kita tidak mau hal itu terulang kembali walau sekarang kadang kita masih merasakan bentuk penjajahan yang lain...

Dunia fatamorgana terbentang luas oleh para penulis dalam bloger, sepanjang tidak menyinggung perasaan orang lain ,dan tidak ada Virus dalam komputer anda niscaya Dunia Fatamorgana itu akan tetap abadi......................